G A L A K S I

Galaksi-galaksi Baru Akan Terbentuk

Galaxy Evolution Explorer milik NASA, untuk pertama kali, sejak mengorbit pada 28 April 2003, mengiden- tifikasi beberapa galaksi kerdil yang terbentuk dari zat, yang tak lebih dari gas murni seperti yang tersisa dari alam semesta sebelumnya. 

Galaxy Evolution Explorer milik NASA, untuk pertama kali, mengidentifikasi beberapa galaksi kerdil yang terbentuk dari zat, yang tak lebih dari gas murni seperti yang tersisa dari alam semesta sebelumnya. Demikian hasil studi baru yang disiarkan di jurnal Nature, Kamis (18/2).

Galaksi kerdil merupakan kumpulan bintang yang relatif kecil dan sering mengorbit di sekitar galaksi yang lebih besar, seperti Galaksi Bima Sakti. Temuan tersebut mengejutkan beberapa ahli astronomi, karena sebagian besar galaksi terbentuk melalui penggabungan bahan misterius yang disebut bahan gelap atau dari logam yang berisi gas.

Bayi galaksi yang terlihat oleh Galaxy Evolution Explorer itu, terbentuk dari gas yang mengeluarkan bahan gelap dan logam. Meskipun tak pernah terlihat sebelumnya, jenis galaksi kerdil tersebut mungkin terbentuk melalui alam semesta awal dan jarak yang jauh, ketika gas murni lebih meresap, demikian laporan kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua.

Satu tim astronom, yang dipimpin David Thilker dari Henry A Rowland Department of Physics and Astronomy di The John Hopkins University, menemukan, galaksi baru yang tak diduga sedang terbentuk di dalam Leo Ring, awan hidrogen yang sangat besar dan helium yang mengikuti jalur kasar di sekitar dua galaksi sangat besar di konstelasi Leo. Awan tebal tersebut diduga mirip objek pertama, sisa bahan kuno yang relatif tak berubah sejak hari-hari pertama alam semesta.

Lingkaran itu, yang diidentifikasi sekitar 25 tahun lalu oleh gelombang radio, tak dapat dilihat dengan cahaya penglihatan. “Objek yang menarik ini telah dipelajari selama beberapa dasawarsa dengan menggunakan teleskop kelas dunia, yang beroperasi dengan menggunakan gelombang radio dan optik,” kata Thilker, seorang ilmuwan peneliti seperti dilansir Antara baru-baru ini.

“Meskipun ada usaha semacam itu, tak ada yang dideteksi kecuali gas. Tak ada bintang sama sekali, muda apalagi tua, yang ditemukan. Namun, ketika kami meneliti lingkaran tersebut dengan menggunakan Galaxy Evolution Explorer, yang sangat peka terhadap sinar ultraviolet, kami melihat bukti yang mengagumkan mengenai pembentukan bintang baru yang sangat besar. Itu benar-benar tak terduga. Kami menyaksikan galaksi yang terbentuk dari awan gas murni,” katanya.

Dalam studi baru-baru ini, Thilker dan timnya mendapati tanda ultraviolet bintang muda yang berasal dari beberapa kumpulan gas di dalam Leo Ring. “Kami berspekulasi bahwa kompleks bintang muda ini adalah galaksi kerdil, meskipun, sebagaimana diperlihatkan sebelumnya oleh ahli astronomi radio, kumpulan gas itu yang membentuk galaksi ini kekurangan bahan gelap,” katanya.

“Hampir semua galaksi lain yang kami ketahui didominasi oleh bahan gelap, yang bertindak sebagai benih bagi kumpulan komponen berkilauan, bintang, gas, dan debu. Apa yang kami lihat muncul di Leo Ring adalah model baru bagi pembentukan galaksi kerdil di dalam bahan yang tersisa dari kebanyakan rakitan kumpulan galaksi ini sebelumnya,” katanya.

Dua Galaksi Besar

Alam semesta lokal kita berisi beberapa galaksi besar, yakni Bima Sakti dan Galaksi Andromeda, yang masing-masing memiliki ratusan miliar bintang, dan Galaksi Triangulum, dengan beberapa puluh miliar bintang. Galaksi terakhir tersebut juga memiliki lebih dari 40 galaksi yang kebanyakan kerdil, yang hanya memiliki beberapa miliar bintang.

Bahan gelap yang tidak kasat mata, yang dideteksi oleh pengaruh gravitasinya adalah komponen utama bagi galaksi raksasa dan kerdil dengan satu pengecualian, galaksi kerdil bergelombang. Galaksi kerdil bergelombang menampakkan gas yang di- daur ulang dari galaksi lain dan telah dipisahkan dari kebanyakan bahan gelap yang pada asalnya mereka berkaitan. Galaksi kerdil bergelombang itu dihasilkan ketika galaksi bertabrakan dan massa gravitasi mereka berinteraksi.

Akibat kerasnya benturan, arus bahan galaksi tertarik ke luar dari galaksi induk dan ikatan bahan gelap yang mengelilinginya. Karena galaksi tersebut kekurangan bahan gelap, galaksi baru yang terlihat di Leo Ring menyerupai galaksi kerdil yang bergelombang, tapi mereka berbeda secara mendasar. Bahan bergas yang menghasilkan galaksi kerdil yang bergelombang sudah mengelilingi satu galaksi. Bahan itu telah diperkaya dengan logam anasir yang lebih berat daripada helium, yang dihasilkan saat bintang berevolusi. “Galaksi kerdil di Leo Ring terdiri atas bahan murni tanpa logam,” kata Thilker. “Temuan ini memungkinkan kami mengkaji proses pembentukan bintang pada gas yang belum diperkaya.”

Awan murni yang besar dan serupa dengan Leo Ring mungkin umum di seluruh alam semesta awal, kata Thilker dan selanjutnya mungkin telah menghasilkan banyak galaksi kerdil yang kekurangan bahan gelap.

Advertisements

3 Comments (+add yours?)

  1. zhaza15
    Feb 17, 2011 @ 01:46:10

    wah kpan yya bisa pindah generasi ??
    seru kaya’a tuh dh kya pelm the one

    Reply

  2. Prischa
    Feb 22, 2011 @ 03:31:20

    weii weii akur euy… ehemmm….ehemmm,,lanjut tancap habisssss hahahahahahaha

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: